Jumat, 30 September 2011

Siapa hari yang dipakai Tuhan untuk menegurmu?


Siapakah yang dipakai Tuhan hari ini berbicara kepadamu?
Oleh Yefta Heppy


Amos 3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi..

Habakuk 1:  5 Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan.
6 Sebab, sesungguhnya, Akulah yang membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang garang dan tangkas itu, yang melintasi lintang bujur bumi untuk menduduki tempat kediaman, yang bukan kepunyaan mereka..
Saudara, kita sedang belajar dari Amos dan Habakuk, dua nabi Tuhan di tempat yang berbeda, tetapi mengerjakan hal yang sama yaitu menyatakan kehendak Allah bagi umat-Nya. Firman Tuhan memberitahu bahwa kedua nabi ini mengerjakan pelayanan yang tidak popular dan tidak disukai pada waktu itu.
Habakuk hidup dan melayani sebagai nabi sekitar 605 tahun sebelum Tuhan Yesus lahir.  ia bekerja menyatakan nubuatan untuk yehuda.  Habakuk juga dihadapkan dengan kejahatan besar di negaranya, dan kemudian dia melihat keadaan yang lebih jahat lagi dilakukan umat-Nya.  Habakuk juga menghadapi dunia yang tampaknya di luar kendali, sebuah dunia di mana tidak ada hukum. 
Nama Habakuk sendiri artinya memeluk. Seperti kehidupannya dia memeluk hukum-hukum Allah, perintah-perintah Allah. Hamba yang takut akan Allah.
Sementara arti lain dari namanya adalah bergumul, dan benar dalam masa pelayanannya dia bergumul dengan Allah, menanyakan maksud dan kehendak Allah, dengan penuh jeritan karena sepertinya tidak ada jawaban. Mengapa dan dimana Allah, ketika kekejian dan kejahatan terjadi.
Amos, adalah nabi yang melayani wilayah Israel. Nama Amos berarti pembawa beban atau pembawa tanggungan. Amos menyebut dirinya seorang gembala dan pencari buah ara dari Tekoa. Amos datang dan berbicara penghakiman Allah. 
Tentu saja, masyarakat tidak keberatan kalau Amos bicara penghakiman Allah atas bangsa-bangsa kafir, tapi ketika diserukan tanpa basa – basi penghakiman yang berkaitan umat Allah sendiri, maka itu sangat tidak menyenangkan.  Bagaimana mungkin Amos mengatakan semua ini, sementara Allah sendiri telah memilih Israel dari semua bangsa sebagai umat pilihan-Nya. Oleh karena itu, bagaimana bisa Tuhan sekarang tiba-tiba akan melawan mereka? Entah bagaimana, ini berita yang bertentangan!

Pelajarannya:
Amos dan Habakuk, dianggap memiliki karakter yang sulit, keanehan pada jamannya. Jauh lebih mudah jika mereka menyatakan segala sesuatu dengan lebih lembut dan kompromi, tetapi persoalannya hati siapa yang disenangkan! Dirinya, manusia, atau hati Allah?
Setiap orang punya jaman dan lingkungan, tetapi ada kemiripan, yaitu dalam setiap jaman, ada yang tampaknya lebih berkuasa dari firman Allah. Lingkungan yang berkuasa, Keadaan yang berkuasa, kejahatan yang tidak terhentikan, yang semuanya bersumber dari dosa. Sehingga wajar kalau Tuhan memilih Amos, orang kampung yang kasar untuk menyatakan nubuatan bagi umat Allah.
Siapakah hari-hari yang sudah bicara kepada kita dengan kasar tentang dosa dan pelanggaran kita? 
Siapakah yang telah Tuhan pakai sebagai nabi untuk berbicara kepada kita layaknya nabi bagi Israel?
Tuhan tetap harus mengoreksi umat-Nya yang sudah terlalu jauh terseret dalam kompromi dan setuju dengan kejahatan sehingga kesalahan dan dosa itu sudah matang dan siap menuai hukuman. Tidak ada dasar kebencian, tetapi kasih yang besar dari Allah, sehingga Dia harus memberikan teguran dan peringatan.
Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi..
dua hal dari firman ini kita simpan di hati ,
pertama, Allah memberitahukan lebih dahulu, dengan caranya yang pasti bisa kita dengar. Bisa kita pahami. Bukan bahasa Roh yang tidak terjemahkan. Bukan ilustrasi atau nubuatan yang sulit dipahami. Tetapi berbicara dengan bahasa kita. dimengerti!

Kedua, Allah berbicara memakai hamba—hamba-Nya. Mungkin dalam keadaan khusus, bisa saja Allah memakai keledai untuk bicara,  memakai semak belukar yang menyala… tetapi paling sering Allah memakai hamba-Nya.

Masalah pada jaman Amos adalah orang sudah marah dan menutup telinga untuk semua pemberitaan dari Tuhan. Sehingga mereka lebih suka orang berkata: Tidak ada bencana di kota ini, Tuhan tidak akan melakukannya, damai sejahtera, damai sejahtera!
Pelajarannya:
þ   Masalah dosa umat Tuhan itu adalah kejahatan dan kekejian di mata Tuhan. Tetapi Tuhan menghendaki semua orang selamat dan damai sejahtera. Sehingga Tuhan pasti akan lebih suka mengampuni dosa. Jadi masalah yang lebih utama adalah anak Tuhan yang tidak mau mendengar teguran. Yang menutup diri kepada peringatan-peringatan Tuhan! Ini yang segera mendatangkan hukuman.
þ   Kadang, anak-anak Tuhan mengharapkan malaikat atau Tuhan Yesus sendiri yang datang menperingatkan. Tetapi bila seorang yang tidak kita harapkan, yang kita anggap lemah, berdoa, tidak layak, mulai bicara menguliti dosa, anak-anak Tuhan tutup telinga.
Ada yang berkata dalam hatinya: orang ini saya kenal betul, pasti dia bicara bukan pimpinan Roh Kudus, karena Roh Kudus tidak bisa bekerja ke orang yang demikian.
Aneh betul pendapat ini. Kalau Tuhan gunakan batu untuk bicara, pasti saat itu bicara.
Tetapi nabi Habakuk pernah dilemma dengan iman dan kenyataan yang ada.
Dalam pelayanannya Habakuk menangis berulang-ulang kepada Tuhan dalam doanya.  "Berapa lama lagi saya meminta bantuan dan Tuhan tidak mendengar?" Dia menangis dan menangis dan menangis.  Meskipun berulang-ulang menangis, nampaknya tidak ada bukti bahwa Allah mendengar. 

Justru kejahatan tetap ada, kekerasan terus berlanjut, tanpa munculnya pertolongan dan keselamatan dari Tuhan.
Habakuk bergumul dalam kesedihan dan rasa sakit dengan segala yang jahat di sekelilingnya. He is no disinterested observer!
Dia bertanya, "Mengapa Tuhan membuat saya melihat semua ini! Semua ini kehancuran dan kekerasan! "
Artinya dia menyimpulkan: tidak ada keadilan -, "Hukum Tuhan diabaikan." Dan di mana Allah Israel yang berjanji untuk menghukum kejahatan di negeri itu?

Ini bukan doa ngawur, ini adalah doa kepada Allah agar bertindak memurnikan umat-Nya, menuruti janji-Nya.
Habakuk sama seperti seorang pemimpin satu pasukan kecil yang diperintahkan untuk bertahan, sementara musuh terus menyerang dengan kuat, makin gencar, dan semakin hari yang ada adalah bayangan kekalahan. Dia minta bantuan dan amunisi, tetapi tidak digubris. Dia setia kepada komandan, tetapi tidak mengeluh. Karena dalam strategi umum peperangan sangat tidak lazim pasukannya dibiarkan berjuang sendiri tanpa bantuan, bahkan komunikasipun terhenti.
Rupanya strategi sang panglima perang lain. Dia sedang memusatkan segala kekuatan untuk menyerang musuh dari belakang, sesuatu yang sama sekali tidak terduga. Sehingga kemenangan yang tidak terduga segera terjadi.
Itulah mengapa firman Tuhan menjawab Habakuk demikian:

 5 Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan.

Habakuk mengharapkan adanya pertobatan, kebangunan rohani, tetapi yang didengarnya satu rencana Tuhan yang membuatnya terheran-heran. Tercengang!
Justru Tuhan membawa bangsa Kasdim, atau bangsa Babilonia, yang jaman modern ini adalah bangsa Irak, untuk menyerang. Pada waktu itu mereka adalah bangsa yang keras.
Habakuk berdoa supaya kekerasan dihentikan tetapi Tuhan memberikan yang lebih keras, bahkan didatangkan bangsa yang hanya tahu kekerasan saja dalam hidup mereka.
Habakuk berdoa meminta ketataatan umat Israel kepada hukum Allah, tetapi justru yang datang adalah bangsa Kasdim, bangsa yang menulis hukum dan aturan sendiri dan memaksa bangsa lain menurutinya.
Habakuk berdoa untuk keselamatan, tetapi yang diberitahukan Tuhan bukan penyelamat tetapi Nebukadnesar, yang malah menawan mereka sebagai budak dan minta disembah!

…sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai,…
Dan, memang, Allah membuat sangat jelas bahwa Dialah yang membawa kehancuran ini, sebagaimana Dia katakan:
.. Akulah yang membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang garang dan tangkas itu…

Pelajarannya :
þ   Hari ini dan hari apapun Tuhan ingin setiap anak-Nya mendengar dengan rendah hati. Mendengar dari siapapun yang dipakai-Nya untuk menegur dan mengingatkan
þ   Ada masanya percaya kepada Tuhan adalah seperti kebalikan dari segala sesuatu dari yang dia janjikan, tapi percayalah!
þ   Ada masanya percaya adalah mendapat jawaban sama sekali berbeda dari keinginan kita yang kita anggap benar, tetapi justru yang tidak kita percayai terjadi, tetapi Tuhan tahu yang terbaik.

Tuhan memberkati

Added and enriched by heppy widjayanto


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar