Sabtu, 06 Agustus 2011

Takut Akan Tuhan [1]

Takut akan Allah [1]
Ulangan 6:24  TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini.

Ketika muda kita tidak takut banyak hal, tetapi ketika mulai dewasa, [mungkin kata lain yang sopan untuk tua], kita melihat banyak hal, menjadi lebih banyak berpikir dan kebanyakan penyebabnya adalah rasa takut. Takut sakit, takut miskin, takut bangkrut, takut terlantar dan banyak lagi.
Waktu menjadi Kristen muda, rasa takut juga hanya sedikit, dan salah satunya adalah takut dijauhi teman-teman. Tindakan berkorban yang tinggi, semangat yang luar biasa, dan sekali lagi keberanian adalah karena pengaruh teman di sekitar.
Semua boleh berkata dengan rendah hati bahwa seenua saya lakukan untuk kemuliaan Tuhan! Tidak diragukan. Tetapi setelah mulai bertambah usia dan hidup makin nampak realistis, maka semua yang kita pikirkan dan katakana pada waktu muda mulai teruji. Tetap menyala seperti dulu atau mulai padam satu-persatu. Tapi itu dulu.
Itupun saya tidak membicarakan orang lain - kecuali diri sendiri.
Ketakutan saya sekarang adalah bukan lagi apakah orang senang kepada saya, apakah pendapat orang lain baik atau buruk tentang saya, apakah akibatnya tindakan saya berpengaruh dengan nama baik, bukan lagi…tetapi saya takut  ‘Apakah Tuhan senang? Dengan saya.
Kalau saya di komunitas orang percaya, baik gereja, persekutuan atau kelompok apapun, masih menjaga image, memelihara hidup dengan dasar pendapat orang lain, menyenangkan orang dan rupa-rupa tindakan sebagai dorongan dari rupa-rupa ketakutan, maka saya harus minta orang lain tumpang tangan mendoakan saya. Melepaskan segala rupa-rupa dorongan yang bukan dorongan karena Takut Akan Tuhan. Bagi saya semua tindakan baik dan postif itu bukan tanda kasih persaudaraan, tapi ketidakdewasaan.
Tapi jangan khawatir, karena Tuhan akan segera ajarkan hal itu, sampai kita tahu dan tanpa malu-malu meratap dan berseru: ‘Pertolonganku adalah dari Tuhan semesta langit dan bumi!’
Karena Tuhan akan ijinkan Anda disakiti, dilukai, kalau perlu dikhianati. Dan akhirnya akan dijauhi, untuk beberapa waktu lama dibiarkan sendiri. Tentu saja semua akan berkata : “Semua ini terjadi demi kebenaran, dilakukan untuk kemuliaan nama Tuhan di tempat ini!. Kami lakukan untuk kesaksian gereja Tuhan, bukankah harus tetap dijaga!”.
Tentu saya tidak berbantah dalam hal ini. Apalagi jika kemudian di kutip firman Allah, dari ayat ini dan itu dari kisah ini dan kisah itu. Saya pun tidak akan berbantah. Karena bagi saya firman Allah otoritas kebenaran tertinggi. Yang saya ragukan adalah maksud orang yang mengutip dan memperkatakan firman Allah.
Hari ini tujuan saya tidak membenarkan dan menyalahkan, membela diri dan menyalahkan orang lain, tetapi mengajak menggali, apa pelajaran tentang Takut akan Tuhan?”dalam hal ini.
Idenya Bapa di Surga adalah, kebutaan saya disingkapkan, mata saya difokuskan, kedegilan saya dihancurkan untuk satu hal “Takut Akan Tuhan,”
Sepanjang waktu ada masanya orang percaya takut, sehingga di hatinya bertanya-tanya: Apakah yang saya lakukan sudah baik?
Apakah saya tidak menyakiti orang lain?
Apakah saya sudah cukup baik bagi orang lain?
Semua pertanyaan ini baik sebagai kontrol karena menjaga hidup dalam jalur rohani yang baik, tetapi sekali lagi pertanyaannya : Apakah itu tanda takut akan Tuhan?
Apakah itu semua bukan jenis-jenis tindakan takut kepada manusia?!

Saya tidak bersilat kata, tetapi sebaiknya kita bertanya dengan takut dan gentar:
Apakah hari ini saya menyenangkan Tuhan?
Apakah hari ini memuji Tuhan?
Apakah Tulus melakukan hal ini dan itu memberi ini dan itu dengan memandang Tuhan, supaya Tuhan senang..?
Selama hal ini belum ada, maka Tuhan akan mengajarkan sampai setiap anak Tuhan tahu, takut berharap kepada yang lain, karena takut kalau tidak berharap selain hanya kepada Tuhan.
Takut bila hidup mengandalkan manusia, dan Takut bila tidak hidup mengandalkan Tuhan
Takut menyenangkan orang lain, Takut bila tidak menyenangkan Tuhan, takut bisa tidak memuji Tuhan, takut bila tidak memberikan kemuliaan kepada Tuhan.
Tentu bukan Tuhan main kuasa, paksa ini dan itu, minta perhatian, mau menyatakan posisi kedudukan….., tetapi bila Allah mendorong anak-anak-Nya menjadi takut kepada-Nya, itu adalah murni karena kasih-Nya, bukan otoritas-Nya.
Dari mana saya tahu?

Pertama
Dari Tuhan Yesus, pada waktu berpuasa 40 hari, Iblis menawari kekuasaan dan kekayaan dengan syarat sujud menyembahnya. Usaha iblis yang terutama adalah menyelewengkan dari takut kepada Allah, menjadi tunduk kepada iblis. Dan dia memiliki ketrampilan memanfaatkan yang luar biasa, yaitu dari semua kekayaan dan berkat kelimpahan di dunia ini yang sumbernya dari Allah, digunakan untuk mengalihkan manusia dari Allah kepada dunia ini.
Hari ini tidak berbeda banyak, selalu ada saja hal baik dan nyaman untuk mengalihkan diri dari Tuhan. Kenyamanan dan hal-hal baik bisa terjadi karena banyak hal, terutama karena Berkat Allah. Tetapi harus diwaspadai bahwa iblis tidak lelah untuk mengalihkan fokus kepada Allah, rasa takut dan hormat kepada Allah, ke hal-hal yang lain.

Kedua
Dari pengalaman hidup dalam kedegilan dan kedagingan.
Tuhan akan menjauhkan dan menarik keluar bila perlu jika kita bila berpikir bahwa dalam gereja dan pelayanan ada masa depan, dalam pekerjaan ada kehidupan, dan keluarga orang percaya ada rasa aman dan nyaman sesungguhnya.
Bila tidak berhasil dengan nasihat lemah lembut, perlu juga dengan cara yang memilukan hati  untuk sesaat. Karena Tuhan mengasihi, tidak mungkin membiarkan kita dalam lobang yang akhirnya terlalu dalam ketika disadari.
Bahwa Tuhan Yesus yang memberi hidup, hidup dan kelimpahan. Bukan gereja, persekutuan, sahabat dan rekanan, hamba Tuhan, pekerjaan dan usaha. Pasti semua ini dipakai Tuhan luar biasa, alat dan lembaga yang dipilih Tuhan, tapi takut tetap kepada Tuhan saja.
Dulu bila terjadi perbedaan pendapat yang keras, pertengkaran, sampai perpecahan di komunitas orang percaya, itu karena serangan iblis dan roh pemecah. Sekarang saya tahu bahwa penyebab utamanya adalah ketidakdewasaan dalam Tuhan. Organisasi yang baik, komunitas yang baik, kelompok rohani yang saling mengasihi adalah tempat yang nyaman. Enak untuk berlindung. Tetapi Tetap Tuhan akan menyentak supaya kembali melihat bahwa Tuhan sajalah tempat perlindungan. Sampai anak-anak Tuhan takut berlindung ke tempat lain, tetap datang kepada Allah. 
Satu sentakan kecil akan membuat melihat kepada Tuhan. Berharap lagi kepada Tuhan, mengandalkan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Satu sentakan kuat diperlukan untuk kekerasan hati. Goncangan yang kuat terjadi untuk kedegilan hati.

Oleh Yefta Heppy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar