Tampilkan postingan dengan label Berdoa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berdoa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Oktober 2011

Inilah Berkat Besar : Jawaban Doa


Berkat besar untukmu: 
Doa

Matius 21:22 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."
Penghiburan besar hari ini adalah janji Tuhan, apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." Apa saja yang selama ini tidak sanggup kita peroleh, keinginan-keinginan, mimpi-mimpi, Tuhan suruh minta dengan percaya, dan Dia akan berikan!.  
Nampaknya tidak dibatasi apakah bentuk yang boleh kita minta.
Apakah masuk akal atau tidak. Minta hal yang wajar, umum, atau sama sekali aneh.
Ada hal-hal yang bagi saya sangat ajaib bila terjadi, mungkin biasa saja bagi orang lain, tetapi firman Tuhan berkata …apa saja yang kamu minta
Jika Anda ingin meraih hal-hal yang memang yang Mahakuasa saja yang sanggup melakukannya, maka raihlah itu dengan doa,
Jika Anda ingin mendapatkan perkara-perkara besar yang tidak sanggup dikerjakan oleh tanganmu, karena begitu sulitnya keinginan itu untuk dimengerti, karena hanya engkau yang mengerti, maka hanya satu yang sanggung mengerjakan itu, Tuhan Yesus, maka berdoalah!

Doa adalah cara ajaib yang luar biasa, yang bisa dilakukan oleh siapa saja, untuk mengerjakan perkara apa saja. Sehingga perkara-perkara dahsyat yang tidak mungkin terjadi dengan perhitungan kita, maka bisa didapatkan dengan doa.
Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."
Jadi kondisi yang membatasi adalah hanya dengan dengan iman atau tidak?
dengan iman atau tidak? Percaya atau tidak?
Apakah Tuhan Yesus tidak berpikir, bahwa waktu Dia berkata demikian, kita bisa berkata, Nah Tuhan suruh minta kita apa saja, artinya apa saja yang ingin saya minta.
Apakah tidak terlalu penting bagi Tuhan mengetahui apakah murid-murid-Nya kemudian menyalahgunakan firman Tuhan, dengan minta apa saja yang sesuai dengan keinginannya. Apakah maksud Tuhan?

Memang dibagian lain dikatakan ‘minta bukan untuk hawa nafsu, ‘berdamai dan mengampuni dahulu’, ‘sepakat suami istri’ dan beberapa yang lain, tetapi tidak dengan jelas dikatakan jangan minta ini tetapi boleh minta itu. Tidak ada. Kita menafsirkannya. Tetapi pahamilah dengan hati kemurahan Tuhan ini: “Mintalah apa saja!”
Lihatlah peristiwa sebelumnya. Ketika Yesus mencari sesuatu kepada pohon ara, tetapi yang didapati hanya daun, tidak ada buah. Lalu Tuhan memerintahkan kepada pohon itu menjadi kering. Dan seketika itu juga keringlah pohon itu. Apakah ada manfaat bagi Tuhan atau murid-murid jika pohon itu kering?. Tetapi Tuhan pasti tahu apa yang diperbuat, dan yang penting adalah kemudian Tuhan Yesus menjelaskan kuasa meminta dengan percaya.
Sehingga Tuhan menambahkan: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.
Persoalan dan syarat yang Tuhan sampaikan adalah jika kamu percaya dan tidak bimbang.
Kadang saya lebih suka mencari dan mencari penjelasan yang masuk akal dari tindakan dan kata-kata Tuhan Yesus. Mencoba untuk memahami dan menjelaskan dengan gamblang. Memberikan alasan-alasan dari situasi saat itu. Sebenarnya jauh lebih mudah bagi saya … jika kamu percaya dan tidak bimbang. “
Anda tahu, saya punya cara berpikir yang mungkin agak berbeda. Pada jaman sekarang, hampir setiap topik atau kisah dalam Alkitab telah dibahas dengan gamblang. Buku-buku dan artikel ditulis tentang bagaimana ini dan itu. Termasuk tentang berdoa. Dijelaskan dengan mendetail dan dengan berbagai tinjauan. Itu luar biasa. Tetapi muncul kemudian pemikiran saya yang sempit, jangan-jangan selama ini saya salah berdoa. Karena dalam kitab Yakobus disebut tentang istilah salah berdoa. Ya, jangan-jangan saya salah berdoa. Dengan demikian saya harus belajar tentang berdoa dari buku, pengajaran, kelompok PA, atau khotbah-khotbah. Dengan demikian saya tertolong.
Tapi masalah bisa timbul dengan orang Kristen yang sederhana, tidak terlalu banyak membaca kecuali alkitab. Tidak punya banyak kesempatan untuk belajar dan diajar. Pasti mereka akan mandul dalam doa. Tidak memiliki kesempatan banyak dari Tuhan karena kurang memahami tentang doa. Apa demikian?
Tentu saja saya salah! Jika berpikir demikian saya sudah menghalangi orang lain berdoa. Menghalangi datang kepada Tuhan. Jika saya berpikir demikian maka ibu-ibu di desa yang baru bertobat harus menunggu pengajar-pengajar yang baik. Beberapa orang yang lambat membaca akan lebih sedikit mendapat jawaban dalam doanya.  Tidak ada yang demikian dalam Alkitab.
Yang ada adalah: apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya

Sehingga kalau murid Tuhan pada saat itu memiliki kepercayaan maka Tuhan tidak menghalangi mereka memindahkan gunung. Meskipun memindahkan gunung bisa berarti satu kiasan, yaitu memindahkan atau mengatasi masalah-masalah yang mustahil. Tetapi memerintahkan pohon ara untuk mati itu bukan kiasan, dan Tuhan berjanji akan berkenan bila mereka berdoa meminta dan memerintahkan pohon-pohon ara yang lain untuk mati,. Jika dengan iman!
Ini berkat yang luar biasa!

Tetapi jangan kita mempersoalkan untuk apa gunung dipindahkan, melainkan fokus kepada apakah berdoa dengan iman dan pecaya,

Kita tahu ketika Tuhan Yesus berdoa di taman Getsemani, meminta agar cawan penderitaan dilalukan, tetapi kemudian Yesus berkata ‘Kehendak-Mu jadilah. Dan memang kehendak Bapa dinyatakan. Yang terbaik, tetapi Tuhan tidak ingin anak-anak-Nya menjadi orang pasrah, diam, dan tidak berpengharapan, dia menghargai doa yang bertalu-talu, Dia ingin anak-anak-Nya mengetok dan mengetok, mencari, Dia ingin anak-anak-Nya minta yang besar, seakan tanpa batas. Karena Dia sanggup memberikan apapun yang kita minta dengan iman.  

Waktu seorang buta sejak kecil disembuhkan oleh Tuhan, maka kaum parisi dan ahli taurat mempersoalkan siapa mereka dan mengapa berhak untuk sembuh. Menanyakan hari apa engkau disembuhkan, hari biasa atau sabath. Mereka juga mempersoalkan mengapa seorang Pengajar dan Penyembuh luar biasa, Yesus, makan dan bergaul dengan orang berdosa.
Mengapa melakukan kegiatan yang melanggar apa yang selama ini sudah dipercayai secara turun-temurun,
mengapa orang yang tidak taat menjalankan hal-hal biasa dalam ritual agama, seperti mencuci tangan, dia bisa mengajar dan mengerjakan mujizat.

Tetapi Yesus mengajar dan menekankan…minta dengan penuh percaya….
Hati-hati dengan perkataan yang menghalangi berkat besar ini terjadi karena mempersoalkan siapa diri kita, dan apa yang telah kita perbuat.
Awasilah perkataan pikiran yang mempertanyakan kelayakan kita.
Apakah saya layak  untuk meminta?
Apakah saya layak mendapat jawaban doa yang lebih besar?
Karena hanya demikianlah yang mampu dikerjakan iblis untuk menggagalkan berkat Tuhan yang besar. Dengan membuat kita tidak ragu.
Karena demikian juga orang farisi dan ahli taurat, mempersoalkan siapa dirimu!


Doa, dalam hal ini meminta itu tindakan iman
Contoh: Bila Anda naik pesawat atau kapal laut, atau disebuah tempat hiburan dengan tiket ekonomi, apakah anda berani meminta pindah ke eksekutif atau tempat kelas tetapi gratis? Kita ingin memintanya tetapi tidak berani karena tidak yakin akan memperolehnya, jadi berdoa adalah tindakan percaya, meminta yang lebih dari Bapa disorga dengan percaya.

Doa dengan iman menyatakan kebergantungan kepada Allah
Maksudnya, tindakanmu menyatakan kepada siapa sebenarnya engkau percaya. Jika ada sesuatu, baik kecil atau besar, siapakah yang akan engkau hubungi? Dirimu sendiri atau barangkali orang lain, atau kepada sesuatu.
Maka itu menunjukkan kepada siapa sebenarnya kita mengandalkan diri.
Kalau demikian, maka doa pasti bukan pilihan pertama dan utama,.
Kalau sudah tidak ada lagi pertolongan dari kemampuan yang diandalkan, maka baru berdoa.
Tetapi Tuhan katakan minta dalam doa.. artinya percaya bahwa doa itu sumber, pertolongan,  kalau orang belum percaya kepada doa, bagaimana bisa berdoa dengan percaya, bagaimana bisa menerima jawaban doa… jadi kalau orang percaya bahwa Tuhan ada dan sanggup menolong, maka kepada doa yang dilakukan pertama kali. Tetapi kalau uang, kemampuan atau orang yang pertama kali kita hubungi, sebenarnya kita punya iman kepada mereka, percaya bahwa mereka bisa menolong,

Doa dengan iman memegang erat kuasa Tuhan
Ada dua pengemis buta di pinggi jalan yang dilewati Tuhan Yesus dalam Matius 20 :31. Mereka meminta dan berseru, yang semakin keras berseru ketika ditegor dan dikritik orang sekitar mereka. Tetapi mereka terus maju dan mengabaikan suara-suara disekitarnya. Sampai kemudian Tuhan Yesus bertanya: Apa yang Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?"
Matius  20:33 Jawab mereka: "Tuhan, supaya mata kami dapat melihat." Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat…. 

Tuhan bekerja dengan orang yang memegang erat iman percayanya. Yang terus maju dan tetap jelas dengan permintaannya.
Dan permintaan yang jelas didasari dengan iman yang menopangnya, percaya bahwa pencelikkan mata mampu dilakukan oleh Tuhan Yesus, sehingga mereka memintanya dengan percaya.
 Jadi iman lah yang terus membuat kita maju memegang terus janji Tuhan dan mengalami kuasa Tuhan. Melewati semua apa yang dikatakan orang, mengabaikan apa yang kita katakana kepada diri sendiri,

Perbesar iman sehingga doa kita khusus
Saya punya pengalaman untuk berdoa minta berkat yang besar, perkara yang baik, mujizat, tetapi tidak rinci, kenapa karena saya sebenarnya ragu-ragu apakah mungkin itu. Apakah itu bisa terjadi.
Maka kata Tuhan Yesus indah : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi “.

Yang saya pelajari adalah apakah saya punya iman dan tidak ragu bahwa Tuhan sanggup memindahkan gunung?,
dan apakah bisa terjadi jika saya yang meminta?. Apakah saya bisa mengatakan kepada pohon ara: Mmati!, dan Tuhan berkenan melakukannya untuk saya,
maka inilah nasihat Tuhan lagi “minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." Tuhan mau iman kita besar, luas. Karena itu menentukan apa yang kita minta, apa yang kita doakan.
Jadi setidaknya saya belajar, seberapa ukuran iman saya, adalah seberapa khusus permintaan saya dalam doa-doa saya, seberapa besar doa-doa saya.

Jangan malu untuk meminta
Tuhan Yesus mengajarkan supaya kita tidak malu untuk meminta. Kalau kurang iman kita minta iman. Minta apa saja. Iman percaya akan menolong kita untuk meminta. Iman percaya kepada Tuhan Yesus akan menolong kita memberi pilihan dalam permintaan, sehingga tidak mungkin orang yang percaya kepada Bapa di sorga yang baik, yang menghendaki semua orang diselamatkan, lalu kita mampu suatu kali berdoa dengan iman percaya minta orang masuk neraka. Dan yang paling penting adalah menjawab doa itu sepenuhnya hak Bapa disorga. Dia tahu mana yang baik menurut kehendak-Nya. Sehingga andai doa saya banyak salahnya maka Dia berkuasa untuk menjawab yang terbaik, Kehendak-Nya dinyatakan….
Oleh Yefta heppy

Minggu, 24 Juli 2011

Berdoa, mengapa?

Berserulah kepada-Ku
Oleh Yefta Heppy
Yeremia 33:3   Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

Ulangan 28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

Berseru-seru kepada Tuhan satu hal adalah tuntutan tugas untuk orang percaya tetapi juga yang lebih penting adalah hak istimewa. Tuhan menyuruh kita berseru-seru kepada-Nya. Tetapi yang lebih besarnya adalah Dia membuka telinga dan Dia menyatakan berserulah…artinya Saya membuka untuk seruanmu! Suatu keistimewaan!
Memang pada kenyataanya dalam hidup orang percaya, yang paling diperlukan adalah berdoa, tetapi juga yang paling banyak diabaikan oleh banyak orang Kristen adalah berdoa.
Mengapa menjadi hak sitimewa orang percaya? Sebab orang belum percaya kepada Tuhan Yesus, mereka berdoa, boleh banyak berdoa, tetapi yang yang akhirnya menjadi jawaban doanya adalah Tuhan Yesus, mereka perlu percaya dan diselamatkan hidupnya. Apapun doa dan permintaannya jawaban yang datang adalah Tuhan Yesus.
Orang percaya yang meninggalkan Tuhan, murtad, maka setiap doanya akan dijawab satu hal oleh Allah, bertobat! Mengakui dosanya dan kembali bersekutu dengan Allah. Mazmur 66:18  Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.
Dan bagi Anda orang percaya, doa adalah hak istimewa, bersekutu dengan Allah
Tahu berdoa dan duduk berdoa tentu berbeda. Percaya bahwa berdoa itu penting berbeda dengan berdoa untuk perkara penting.  Tentu siapapun senang memiliki dan melakukan hal-hal besar, tetapi berserulah, kata Tuhan maka Dia membuka hal besar.
Bagi burung, berkicau itu soal gampang, sehari-hari. Bagi katak, berkoak keras setiap malam musim hujan itu bukan sulit, bagi kera, melompat dan meloncat dari pohon ke dahan adalah hidupnya, dan seharusnya bagi orang percaya berdoa itu ciri khasnya.

Mengapa Allah menyuruh Berserulah kepada-Ku
Entah kapan saya tahu tentang ide berdoa. Seingat saya orang tua saya mengajari dan menyuruh berdoa. Dia memberi contoh bagaimana berdoa. Dan masing-masing mungkin punya pengalaman melihat orang berdoa kepada patung, kepada pohon, tuhan yang ini dan Tuhan itu, dewa ini dan penguasa itu, tetapi dalam Yeremia 33 berdoa yang kita inginkan sekarang ini adalah idenya dari Allah. Saran dari Allah. Petunjuk dari Yang MahaTinggi. Orang bisa punya banyak pengertian tentang berdoa, tetapi tidak ada yang tahu bagaimana berdoa kepada Allah kecuali Allah yang MahaTinggi memberi tahu. Saya tidak tahu, tapi Allah memberitahu.  Doa bukan hasil tulisan sebuah buku atau hasil konferensi gereja, tetapi Allah yang memberitahukannya. Dan mengapa Allah senang memberitahu tentang doa ini? Karena Dia sayang dengan kita, Dia mengasihi Anda. Dia tertarik kepadamu. Tuhan tertarik dengan hidupku sehari-hari. Tuhan ingin melihat kebaikan dalam hidupku. Tuhan ingin memberikan hal-hal yang tidak kuketahui. Hal-hal yang bagiku besar dan luar biasa…

Berserulah kepada-Ku
Pertanyaan saya adalah Apakah manusia bisa mengganggu Allah? menggerakkan hati Allah? Apakah saya bisa melakukan ini dan itu sehingga menarik perhatian Allah?

Perhatikan pernyataan saya di bawah ini, tepat atau tidak?
·        Kalau saya berdoa terus menerus, berdoa lagi, mengetuk lagi, dan lagi pastilah suatu saat Allah akan membukakan.  

·        Kalau saya berkabung, mengkhususkan diri dalam seruan dan puasa, pastilah Allah akan tergerak hatinya.

·        Bukankah tertulis dalam Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.  Lukas 18: 7  Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

Jawaban untuk saya adalah tidak siapapun mampu mengganggu Allah, siapapun tidak dapat menggerakkan hati Allah!
Tetapi firman Allah berkata: Berserulah kepada-Ku … 
Allah-lah memberikan ide berseru-seru, dan Allah sendiri membuka, Ia mau mendengar seruan! Ia bersedia diganggu dengan permohonan-permohonan. Ia menggerakkan hatinya untuk setiap rintihan-rintihan. Bahkan firman-Nya berkata: bahwa Ia tahu kita tidak bisa berdoa. Tidak tahu bagaimana menyatakan keluhan! Sehingga Ia memberikan Roh-Nya. Untuk apa?
Lihat Roma 8:26  Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Supaya kita mengerti begitu dekat dan inginnya Dia mendengarkan kita, maka Allah memberi perumpamaan Bapa dan anak. Dia memberitahu kerinduan-Nya dengan menyebut dirinya Bapa buat kita. Memberikan hak kepada orang percaya memanggilnya Bapa. Allah yang memulai dan melakukan semua ini. Semua Kasih Karunia-Nya. Sehingga dalam doa yang dahsyat dan bertalu-talu, dalam keluhan dan air mata, disana sudah dimulai lebih dahulu oleh Kasih Karunia Allah.

Ketika saya duduk berseru-seru, saya sedang duduk di dalam Kasih Karunia Allah.  Ada momen dimana saya sangat meluap dan begitu menggebu dengan Allah. Ingin dekat dengan Dia. ‘Saya ingin bersekutu dengan Dia!’ Kata hatiku. Tetapi jauh sebelum itu, Allah Bapa sudah ratusan hari menungguku. Ribuan jam menunggu seruan-seruanku…

Berserulah kepada-Ku, [Apakah kata-kata ini sederhana?] ya. Tetapi mengapa bisa gagal dalam berseru?
Allah pencipta langit dan bumi mengundang kita berbicara kepada-Nya. Ini adalah hal besar pertama yang Tuhan nyatakan. Bersamaan itu, hal negatif, alasan klasik muncul:
·        Tuhan terlalu besar, saya kecil dan tidak berharga.
·        Tuhan terlalu sibuk, permintaan saya terlalu umum dan sederhana.
·        Tidak mungkin saya menyibukkan-Nya dengan permintaan demikian. Apakah Tuhan tertarik dengan doa saya ini?
·        Tidak mungkin saya datang dengan permintaan itu-itu juga, terlalu sering saya meminta hal ini.
·        Atau terlalu sering persekutuan saya dengan Tuhan dipenuhi dengan permintaan. Minta ini minta itu. Saya jadi malu minta lagi. Saya malu minta berkat, saya malu berseru-seru untuk masalah itu-itu juga. 
Akhirnya saya tidak meminta lagi.
Merasa kecil yang tidak pada tempatnya.
Malu yang tidak pada tempatnya! Tuhan ingin saya malu untuk dosa, untuk pelanggaran, untuk menipu, untuk bicara dusta, tetapi saya belum tahu Tuhan mempermalukan orang yang meminta kepada-Nya.

·        Jika Anda mendengar orang berkata: Dalam pertumbuhan iman, bukankah doa itu harus semakin berkembang, yaitu dalam penyembahan, pujian, ucapan syukur, syafaat dan hal-hal lain yang dipimpin Roh Kudus.

Memang benar! Tetapi siapa bilang tidak ada berseru-seru lagi? Meminta lagi? Bapa di Sorga yang menyuruh meminta, Tuhan Yesus yang menyuruh meminta, Rasul Paulus, Rasul Yakobus terus mengajarkan meminta! Justru Tuhan akan ‘memarahimu’ jika tidak berseru lagi.
·        Nanti orang menganggap saya tidak bertumbuh dan dewasa rohani jika doa saya terus banyak meminta.
Bagi saya orang yang dewasa adalah orang yang sering duduk berdoa, dan berdoa, dan berdoa, bukan yang tahu bicara doa.
Tuhan akan menjadikan doa itu hal paling tinggi dan paling menyenangkan dalam hidup kita. Pengalaman yang menakjubkan.

·        Hal ketiga, mengapa orang tidak berdoa, menurut saya karena hebat dunia ini sekarang. Televisi menayangkan film dan acara hebat. Orang berhasil karena latihan dan usaha keras. Pembicara memberitahukan potensi kita yang tersembunyi, yang merupakan kekuatan sukses bila digali. Intinya pesan itu menyatakan: kamu bisa! Lihatlah potensimu, lihatlah dunia sekitarmu sudah menyediakan potensi yang mendukung untuk bangkit dan menang! Sementara Tuhan menyatakan: ‘Berserulah kepada-Ku..’ seakan Tuhan meminta jangan lihat dirimu dan dunia sekitarmu, tetapi berserulah kepada-KU! Barangkali dalam dunia alkitab, yang ada hanya padang gurun, teknologi yang terbatas, dan masa-masa tidak berdaya karena penjajahan, cocok sekali jika Tuhan menawarkan berseru kepada-Nya. Tetapi pada jaman sekarang ini, dimana saya terdidik, punya pengalaman, dan banyak contoh orang berhasil tanpa Tuhan, apakah masih perlu berseru-seru kepada Tuhan? Orang miskin dan tidak berdaya perlu itu… tetapi orang intelektual seperti kami ini apakah masih perlu dalam segala hal berseru?
Jawabannya: Berserulah kepada-Ku,
Saya tidak akan menghabiskan sisa hidup saya untuk melihat potensi saya. Saya tidak akan mencari sumber daya dan energy di tempat lain. Tetapi saya akan melihat potensi Tuhan. Sumber daya dari Allah karena firman-Nya berkata: engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, lihatlah kepada Tuhan karena disana ada potensi.
Berserulah kepada Tuhan karena dia mendengarkanmu.
Berserulah kepada-nya karena Dia tertarik kepadamu
Berserulah kepada-Nya karena Dia mampu menolongmu
  • Berserulah karena Dia ingin mendengarmu.
Saya mau mengali dan menggunakan potensi saya dalam Tuhan.
Yer 17:5  Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
  • Saya menggunakan sumber daya dari Allah,

Filipi 4:19  Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Saya akan berdoa meminta untuk perkara apapun
 Filipi 4:13  Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Dan jawaban Tuhan adalah: ‘ Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.
Oleh Yefta Heppy

Sepakat berdoa, siapa kawan kita sepakat?

Sepakat meminta
Oleh Yefta heppy
19  Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
20  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Ada kejadian-kejadian lain dicatat Alkitab, yaitu orang-orang yang datang kepada Tuhan Yesus dan mendapat jawaban.

Kejadian pertama adalah seorang Perwira Pasukan Romawi yang meminta kepada Tuhan Yesus agar hambanya yang sakit disembuhkan.
Matius 8:5-13Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
"Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
Seorang perwira yang datang kepada Tuhan Yesus untuk kebutuhan orang lain, yaitu hambanya. Dan ketika Tuhan Yesus menyanggupi untuk datang ke tempatnya, Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Sikap dan perkataan ini kata Tuhan Yesus adalah perkataan iman, dan Tuhan mengaguminya! Buktinya dicatat Alkitab, Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
Begitu herannya Yesus sehingga menceritakan iman perwira ini kepada murid-murid-Nya. Jarang sekali pujian seperti ini terjadi.
Saudara, mungkin Anda berkata, tipe iman seperti ini tipe saya, atau sebaliknya, “Ini bukan model iman yang saya miliki”,
Tetapi perhatikanlah, apa yang akan terjadi jika kita berdoa bersepakat dengan orang yang demikan, yang sikap dan imannya mengagumkan Tuhan Yesus, wow tentu doa yang dijawab tidak usah menunggu lama lagi.
Barangkali pada jaman sekarang, seorang perwira romawi – yang nampaknya bukan orang Israel, adalah gambaran orang diluar lingkungan rohani Anda. Bukan teman pelayanan, bukan teman persekutuan, apalagi tim doa Anda. Saya hanya bayangkan, kalau seandainya bertemu dengan seseorang, nampaknya berbeda,  yang kemudian mangajak berdoa bersama,  dan ternyata imannya seperti perwira ini, betapa indahanya…

Kejadian berikutnya yang dicacat adalah seorang perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun dan kemudian menjadi sembuh total. Matius 9:20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Matius 21  Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
 Sama seperti sang perwira romawi, perempuan pendarahan ini datang di dorong kebutuhan yang besar, yang mendesak. Keduanya sama-sama tidak mampu dengan dirinya, lingkungan tidak mampu menolongnya, sekarang hanya melihat Yesus yang mampu. Tuhan Yesus yang bisa.
Berbeda dengan perwira romawi, tidak ada pembicaraan antara perempuan ini dengan Tuhan Yesus sebelumnya, yang ada perempuan ini berbicara dalam hati, berkata-kata dalam hati, percaya dalam hati dan bertindak dengan iman percayanya, maju, menjamah ujung jubah Tuhan.

Pikirkanlah, entah tepat atau perlu dikoreksi kesaksian ini:
“Jika makin bertumbuh dalam doa, makin lancar dan fasih kata-katanya. Dulu saya berdoa hanya hitungan detik ke menit karena tidak tahu banyak, sekarang hitungan menit ke jam dalam berdoa, karena ada banyak kemajuan dalam berdoa. Tidak malu lagi dimanapun harus berdoa dan lantang serta tepat sasaran dalam kata-kata doa. Ini tanda kemajuan dan pertumbuhan, sangat baik dalam dasar kerendahan hati.

Tetapi perempuan sakit pendarahan yang diam-diam berkata dan percaya dalam hati, maju bertindak menjamah ujung jubah Tuhan… dihormati Tuhan. Matius 9:22  …Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
Tentu sangat berharga kalau saya duduk bersama berdoa, bersepakat, dengan anak Tuhan yang memiliki ruangan hati yang besar untuk jeritan dan keluhan dalam doa, meskipun teredam, tidak seorangpun mendengar, tetapi doa itu sangat kuat dihadapan Tuhan Yesus.

Orang berikutnya yang dicacat dalam Alkitab adalah bukan Yahudi. Ia seorang yang dianggap kafir, bangsa Kanaan. Persoalan yang dibawa kepada Tuhan Yesus adalah ‘anaknya dirasuki setan.’
Matius15 :21-28 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
Dia tahu Tuhan Yesus, anak Daud. Dia tidak tahu apa yang menjadi haknya sebagai orang Kanaan di hadapan Tuhan Yesus. Yang dia tahu sudah tidak ada pertolongan diantara kaumnya, tuhannya atau apapun itu.  Dia tidak tahu meminta pertolongan kemana lagi. Tetapi sekarang dia tahu ada Yesus keturunan Daud bisa menyelesaikan masalah kerasukan anaknya. Dan dia percaya.
23  Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya.
Ibu ini tidak menyerah. 25  Tetapi malah mendekat dan menyembah Tuhan Yesus sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
Tuhan menolaknya lagi. 26 …Tuhan Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Ibu itu mendesak lagi, jadi anjingpun asal masih bisa mendapat remah roti yang jatuh, tidak masalah!
28  Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Memohon, terus meminta dan berseru, usaha yang keras dan sungguh-sungguh, sebagai harapan satu-satunya. bukan lagi soal harga diri siapa dirinya, dan tdiak adanya hak untuk mendapatkan pertolongan, tetapi terus berusaha, meminta, memohon, dan itu menggerakkan hati Tuhan Yesus. Tidak ada mustahil, yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Betapa dahsyatnya jika kita duduk berdoa sepakat dengan ibu atau anak Tuhan yang pejuang hebat seperti perempuan siro fenisia ini.
yang perbedaannya diumpamakan seperti anak dan anjing.

Tokoh berikutnya adalah Yairus, pemimpin rumah ibadat. Dari jabatannya kita tahu ia orang lebih religius dibanding orang lain. Memahami pokok pengajaran lebih dari rata-rata orang. Hari itu Anak Perempuan satu-satunya hampir mati,
Markus 22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." 
Yang akhirnya Tuhan Yesus menjawab permohonan Yairus, bukan diantara iman yang besar dan tangguh. Bukan diantara permohonan yang terus menerus dan mendesak. Bukan juga karena tindakan iman percaya dalam hati. Tetapi justru jawaban terjadi diantara ketidakpercayaan dan keraguan. Keluarga dan orang disekitar Yairus pasti bukan orang romawi atau kanaan. Mereka sudah beribadah dan mengenal Allah. Tetapi karena mereka melihat anak perempuan itu sudah mati, maka mereka tertawa kepada perkataan Tuhan Yesus. Menganggap aneh dan sia-sia tindakan Tuhan Yesus.
Tetapi akhirnya… Anak perempuan Yairus dibangkitkan dan berjalan. Rohnya dikembalikan.

Kisah keajaiban diterima Bartimeus yang buta, kembali menerima penglihatan. 
Markus 10:46Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
Markus 47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
Cukup terbatas apa yang bisa dilakukan orang buta untuk dirinya sendiri, apalagi orang lain. Sehingga ketika dia mulailah ia berseru untuk kebutuhannya yang sangat penting: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" justru orang terganggu  dan 48Banyak orang menegornya supaya ia diam.
Namun ia semakin keras berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
Luar biasa kalau saya berdoa dengan orang yang makin dihambat makin sungguh-sungguh ia berseru. Tidka jemu-jemu berseru.

Perempuan Berdosa adalah selanjutnya.
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 38  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. (Lukas 7:36-50).

Apa yang dibicarakan Yesus dengan Simon kemudian adalah tentang apa yang dibuat oleh perempuan yang banyak berbuat dosa ini. Tuhan Yesus menyatakan, ada dua orang mempunyai hutang yang tak terbayarkan. yaitu lima ratus dinar, sedang yang lainnya Cuma 10% yaitu 50 dinar. “Manakah yang paling banyak berterimakasih? Tentu saja Simon dapat menyimpulkan dan menjawab dengan baik pertanyaan Tuhan Yesus dengan melihat perbuatan perempuan itu. Perempuan yang banyak dosanya itu membasuh kaki Tuhan dengan air matanya, dan menyeka dan mengusap dengan rambutnya. Terus menerus. Kemudian dia meminyaki kaki yang sudah dibersihkannya itu dengan minyak wangi. Dan apakah pendapat Tuhan Yesus untuk kita? Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."

Dalam hal ini perempuan ini punya keberanian luar biasa. Orang memandang dia tidak layak karena dosanya. Orang lain sudah menghakimi dan mengukur bahwa dosanya sangat besar sehingga nampaknya dalam banyak hal ia tidak pantas, termasuk hadir diantara mereka.  Tuhan Yesus pun tidak mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Tuhan menyatakan bahwa 500 dinar hutang yang dihapuskan itu menunjuk kepada perempuan berdosa ini. Tetapi bukankah dihadapan Tuhan semua orang berdosa dan tidak benar? Apakah 1 atau 2 dinar hutang, atau 1000 dinar hutang, semua punya hutang dosa, dosa yang hanya akan melahirkan dosa, dan hanya Tuhan sendiri yang sanggup dan berkuasa berkata seperti kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." Lukas 48

Meskipun dia tidak diundang dalam perjamuan makan, dia tetap datang kepada Tuhan Yesus. Dia tahu siapa dirinya dan sedikit tahu siapa Tuhan Yesus, itu baginya cukup. Lalu diberikanlah kemuliaan dan pujian yang dia tahu untuk Tuhan Yesus. Dibasuh dan diminyakinya kaki Tuhan. Dan yang luar biasa adalah tidak saja itu berkenan, tetapi Tuhan Yesus sangat menghargai. Tuhan menilai perbuatan itu sangat tinggi.

Kadang orang percaya berpikir, perbuatan yang memuliakan Tuhan yang hanya bisa dilakukan dalam kelompok rohani. Orang-orang dewasa yang kudus, terhormat yang sudah menjaga gaya dan cara hidupnya. Sudah berusaha dengan baik menjaga kekudusan. Yang sudah mengaku dipakai Tuhan luar biasa dan melakukan perkara-perkara besar untuk Tuhan. Tetapi Alkitablah yang yang memberi pandangan benar!
Saya mungkin berpandangan sempit dengan mengatakan bahwa dari kelompok orang yang meminta kepada Tuhan Yesus, maka Yairus lah yang paling terpelajar soal pokok kebenaran, rohani dan mengerti berdoa. Yesus mengasihi semua, tetapi bukanlah Tuhan seperti lebih sejenak kagum kepada tokoh-tokoh yang lain, Perwira Romawi, Ibu Kanaan, Perempuan Pendarahan juga Bartimeus.

Tetapi selalu ada kecenderungan, orang lebih suka berdoa dengan yang senior dan fasih, bukan salah tetapi tidak tepat juga bukan?
Pelajaran hari ini adalah Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga .

Jika dua orang, dan salah satunya adalah Anda, siapakah yang akan Anda ajak sepakat berdoa? Saya memberi pandangan bahwa dua orang ini bukan khusus menunjuk tipe orang tertentu, tetapi siapa saja. Ketika saya membahas beberapa tokoh kita di atas, saya mengingatkan wawasan kita bahwa bagaimanapun penampilan dan wawasan kawan saya berdoa, saya akan bersyukur dengan orang yang punya iman apapun latar belakangnya. Memang menyenangkan jika pasangan doa sempurna, tetapi dimana?

Hal kedua, jika Anda salah seorang dari tokoh-tokoh di atas, seorang yang beriman luar biasa, seorang pejuang, seorang pendiam tetapi menggerakkan kuasa Allah, maka bangunlah orang lain, belalah dan perjuangkan masalahnya dihadapan Tuhan.

Apakah hal-hal yang sama yang bisa disepakati dari orang-orang berdoa yang dijawab Tuhan Yesus ?
Semua cerita tadi adalah kisah yang berbeda, orang yang berbeda, latar belakang yang berbeda, kebutuhan yang berbeda, persoalan yang berbeda.
Tetapi apakah kesamaanya?

1.    kebutuhan.
Mereka punya persoalan. Entah itu dirinya, anaknya, atau orang lain, tetapi itu menjadi persoalan mereka. Kebutuhan menyelesaikan masalah.

2.  ketidaksanggupan.
Mereka tidak sanggup, Hanya Tuhan Yesus yang sanggup.

3.  meminta itu perlu keberanian dan merendahkan diri.
Mereka tahu, meminta itu memohon, merendahkan diri, mengharapkan belas kasihan, terus-menerus, bahkan mendesak,

4.  meminta itu harus dengan percaya, dengan iman.

Andai kita semua berkumpul menggumuli sesuatu dalam doa, maka mulai dan katakan kepada hati dan pikiran untuk sepakat beberapa hal,
·        Bahwa kita ini berbeda, dan melihat pekerjaan Tuhan dalam perbedaan itu.
·        Ada yang dikarunia iman yang luar biasa,
·        Ada yang berseru, terus berseru dan makin keras berseru. Ada yang dengan segala kesadaran akan siapa dirinya dan siapa Tuhan – terus sujud, memohon dan memohon,
·        Ada yang memiliki pengetahuan dan tata-cara yang lazim dalam berdoa,
Ada memiliki hati kasih yang luar biasa dalam memberikan kemuliaan dan pujian yang berkenan dan menyenangkan Tuhan,